kesenian simtudduror dan kota pekalongan

Sejarah Simtudduror di Pekalongan Simthudduror adalah sebuah karya tulis dari seorang alim ulama yang bernama Al Habib Al Imam Al Alamin Ali bin Muhammad bin Husain Al Habsy yang dilahirkan pada tanggal 24 Syawal 1269 H.di Qasam negeri Hadramaut.Yang berisi tentang tulisan kisah maulid nabi Muhammad SAW,akhlak dan pribadinya.Judul bukunya adalah”SIMTHUDDUROR FII AKHBAR MAULID CHAIRIL BASYIAR”(Untaian mutiara kisah kelahiran manusia utama,akhlak,sifat dan riwayat hidupnya).Beliau meninggal di kota Seiwun,Hadramaut pada tanggal 20 rabiul awal 1333 H. Salah satu putra yang dikenal di Indonesia adalah Al Habib Alwi bin Ali Al Habsy pendiri masjid Riyadh di Solo (Surakarta).Beliau seorang alim ulama yang memiliki budi pekerti yang luhur,sopan santunb serta ramah terhadap siapa saja,terutama kaum yang lemah,fakir miskin dan yatim piatu. Beliau meninggal pada tanggal 20 rabiul awal 1373 H. di Palembang dan dimakamkan di Solo (Surakarta).Dalam setiap kesempatan kitan maulid simthudduror selalu dibaca bersamaan dengan bacaan sholawat dan qhosidah / lagu pujian terhadap rassulullah SAW dan sampai sekarang pun masih tetap dilestarikan. Pada kesempatan pembacaan sholawat dan qhosidah dilanturkan ada yang dibarengi dengan musik ritmis rebana.Dengan musik ritmis yang yang dilakukan bersama sholawat dan qhosidah ini yang kemudian yang lebih dikenal dengan nama Rebana Duror.Jadi rebana duror itu sendiri diambil dari nama kitab maulid yang dibaca yaitu SIMTHUDDUROR. Simthudduror yang telah banyak dikenal di Pekalongan sebagai salah satu bagian dari seni musik ritmis non melodis.Banyak berkembang di posisi pantai utara. Perkembangan Duror di Kota Pekalongan berawal dari mulai tahun 1982.Dimana saat itu hanya dengan bacaan kitab Maulid Simthudduror dan pada tahun-tahun berikutnya ada perubahan dengan Rebana Genjring, yang mana rebana genjring ini telah ada lama di pekalongan dan menjadi rebana asli kota pekalongan.Pusat perkumpulan berkumpul di Masjid Wakaf Jl.Surabaya Pekalongan.Pada tahun 1984-an , pada saat ada acara Hial Al Habib Ahmad bin Abdul Al Atas di Sapuro Pekalongan ada acara arak-arakan rebana Banjar yang dibawakan oleh Jam’iyyah Maulid Al Muhibin dari TulungAgung Jawa Timur yang notabene adalah masyarakat kaum banjar,Banjarmasin Kalimantan Selatan yang bermukim di jawa.Akhirnya jamaah Maulid Pekalongan belajar kepada jam’iyyah Al Muhibin Banjar perwakilan di Semarang. Dari hasil bacaan ini kemudian dikembangkan di pekalongan dengan sedikit penambahn dan variasi-variasi perpaduan Simthudduror rebana Banjar dan Simthudduror rebana Pekalongan.Perpaduan seni Banjar dan Pekalongan inilah yang kemudian berkembang dan lebih dikenal dengan seni Rebana Simthudduror. Jadi “Duror”,adalah sebuah hasil karya seni paduan dua ritmis rebana dari Banjar dan Pekalongan.Pengambilan nama diambil dari nama kitab Maulid yang dibaca yaitu Kitab Maulid Simthudduror. Keunikan Rebana Simtudduror Seni rebana Simthudduror memiliki keunikan tersendiri dibanding dengan seni rebana lain.Keunikan ini adalah sebagai berikut : a.Jumlah rebana pokok yang dimainkan berjumlah 4 buah. b.Ukuran rebana berdiameter 30 – 32 cm dengan bunyi atau suara yang sama. c.Tiap – tiap rebana memiliki rumus pukulan yang berbeda – beda. d.Nama-nama jenis pukulan / ketukan tersebut adalah merasuk,bergenjring,golong I dan golong II. e.Masing-masing pukulan / ketukan saling berkaitan sehingga menghasilkan perpaduan ritmis yang dinamis. f.Memiliki aturan baku atau pakem. g.Lagu-lagu yang dibawakan adalah lagu-lagu yang bertajuk pujian / sholawat kepad Nabi Muhammad SAW dan lagu-lagu tentang ajakan berakhlak mulia / kebaikan h.Lagu-lagu yang dibawakan biasanya berbirama 4/4. i.Vokal bisa dibawakan perorangan bahkan bersamaan. j.Para peserta biasanya berseragam busana muslim(Sarung + koko). k.Pemain adalah laki-laki. Tokoh-Tokoh Simtudduror di Pekalongan Simthudduror memiliki organisasi yang berpusat di kota pekalongan dengan sekretariat di kauman ledok,di rumah Al Habib. Karena banyaknya anggota Simthudduror maka,tiap –tiap daerah / kelurahan yang ada di pekalonngan yang membentuk group / jam’iyyah dengan nama-nama group / jam’iyyah sendiri. Tetapi group –group tersebut tetap didalam naungan jam’iyyah Maulid Simthud Kota Pekalongan di bawah pimpinan Al Habib Luthfi bin Hasyim bin Yahya. Tokoh-tokoh pendiri simthudduror kota pekalongan diantaranya adalah sebagai berikut : 1.Ustadz Umar Bunyamin 2.Ustadz Musyaffa’ Umar 3.Ustadz Tasaran Nadhirin 4.Ustadz Musyaddad Zain 5.Ustadz A.T. Surar, M.Ag 6.Ustadz M.Rozy S,Pd 7.d.l.l Para pemain dalam satu group minimal adalah 4 pemain rebana ,1 vokal ,1 korr (lebih banyak lebih baik). Musik ritmis Simthudduror memiliki peran.Disamping sebagai pengiring lagu,jug memiliki peran sebagai pengisi disela-sela pembacaan Maulid Simthudduror sehingga dapat membantu mengantisipasi kejenuhan saat membaca Maulid yang cukup panjang. dari musik yang lain dan musik ini memiliki peranan dan fungsi yang cukup penting. Jurus Jitu Menguasai Menguasai Rebana didalam seni musik rebana ini terdapat beberapa istilah yaitu bermacam-macam namun jika ingin menjadi suatu lantunan musik yang utuh dan bagus maka harus dibutuhkan setidaknya empat suara musik yang bervariasi, maksudnya yaitu ada empat terbang (rebana) yang mana satu terbang itu bunyinya akan berbeda-beda namun harus nyatu musiknya, untuk itu dibutuhkan keselarasan hati dan pikiran. beberapa istilah daam rebana: 1. T yaitu tek, atau kata lain memukul dengan tangan terbuku pada bagian pinggir rebana 2. D yaitu Duk, atau kata lain memukul pada bagian tengah rebana dengan tangan mengumpul, tidak terbuka. 3. T-T yaitu memukul cepat dua kali tek ( T ) begitu pula dengan D-D 4. inti, yaitu yang dimaksud disini adalah berginjing dan merasuk, atau ada nama lain lanang dan wedok, atau lagi nikahan dan anakan semuanya sama cuma istilah yang berbeda 5. golongan, yaitu yang dimaksud adalah golongan berginjing dan merasuk nabuh (mukul) golong ini lebih mudah dari pada inti yang mana golong ini memiliki jumlah ketukan yang sedikit dari pada inti namun sduaranya harus kencang. 6. Koor yaitu nada dari audience atau pemirsa, yang tidak membaca lagu inti dan membaca secara bersamaan 7. Vokal yaitu nada dari sang pembaca utama yang membaca utama pada ayat-ayat kitab 8. Setengah yaitu lonjakan tabuhan terbang untuk menghiasi pada tabuhan pada vokal 9. jenis nada tabuhan ada tiga yaitu Vokal, setengah (jika ada), koor, berhenti, tutupan lalu kembali ke awal 10.Tabuhan merasuk yaitu tabuhan inti selain dari berginjing, yang mana tabuhan merasuk termasuk tabuhan inti jadi jika ingin bisa menghasilkan alunan musik yang bagus haruslah kunci ini bagus berikut ini adalah kunci-kunci merasuk dan berginjing pada rebana Merasuk: nada awalan= D T D-D nada vokal= T D T D-D-D nada naik= T T-T T T-D D D-D D D-D nada koor= T-T-T D T-T-T D nada setelah stop= T-T T T-T nada turun= T-D-D T T-T D-T T D Berginjing: nada awalan= D T D-D-D T T T T nada vokal= D-D-D T T T T nada naik= T T-T T T-T D D-D D D-D nada koor= T-T, T-T D T T T T nada setelah stop= T T T-T T T-T nada turun= T-D D T T-T D-T T NARASUMBER: Bp.Ustadz Muhammad Rozi S,Pd : Kraton Gg.1a Pekalongan (seksi pendidikan dan pengkaderan jam’iyyah Maulid Simthudduror Kota Pekalongan.)

3 thoughts on “kesenian simtudduror dan kota pekalongan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s