KURIKULUM PAUD AL-QUR’AN BERBASIS TPQ DURROTUZZAMAN

       I.            PENDAHULUAN

PAUD  Durrotuzzaman  merupakan  bentuk  pendidikan  anak  usia  dini  yang  berbasis  Al-Quran. Lama pendidikan adalah 1(satu) tahun atau 2 (dua) tahun sesuai dengan usia anak. Program kegiatan PAUD-TPQ Durrotuzzaman  berpedoman pada kurikulum yang berlaku yaitu dari  Dinas Pendidikan Nasional Direktorat Bidang PAUD dan Badko TPQ Provinsi Jawa Tengah.  yang diimplementasikan dalam metode “Belajar Sambil Bermain” dengan enam sentra pengembangan melalui pendekatan Beyond Centers Circle Times (BCCT) atau dalam bahasa Indonesianya adalah lebih jauh tentang sentra dan saat lingkaran.

Kegiatan bermain sambil belajar pada sentra-sentra (sentra persiapan, sentra makro dan mikro, balok, imtaq, seni dan sentra bahan alam), dalam rangka mengembangkan seluruh potensi kecerdasan anak. Anak dituntut aktif dan kreatif dalam kegiatan di sentra-sentra.

Melalui pendekatan kurikulum hingga tahun ke-2, PAUD Al-qur’an berbasis TPQ menyiapkan system pembelajaran berkesinambungan, di mana murid dapat maju secara bertahap, berkelanjutan dan konsisten dalam pendidikannya seiring dengan perkembangan dan kedewasaan psikologis anak. Melalui keterpaduan kurikulum dan metode yang digunakan, murid, orang tua dan guru dapat memperoleh kejelasan tentang proses kegiatan dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai murid di sekolah.

Pendekatan ini akan memberikan kelonggaran guru untuk menentukan metoda yang paling tepat dan menantang para siswa untuk mencapai hasil belajar seoptimal mungkin. Sekolah dan guru menggunakan kurikulum ini untuk mengembangkan pembelajaran dan program pengajaran sesuai dengan kebutuhan murid, keadaan sekolah dan tuntutan kehidupan.

  1.     II.            PRINSIP-PRINSIP FILOSOFI PENDIDIKAN

Untuk mewujudkan tujuan pendidikan, PAUD Al-qur’an berbasis TPQ, menerapkan dua prinsip pendidikan, yaitu:

1. Meletakkan pendidikan pada empat pilar belajar :

a. Learning How to Know :

Adalah belajar untuk mengenal cara memahami dan mengkomunikasikan sesuatu yang dipelajari.

b. Learning How to Do:

Adalah menumbuhkan kreativitas, produktifitas, ketangguhan dan profesionalisme, menguasai kompetensi menghadapi situasi yang senantiasa berubah.

c. Learning How to Be:

Pengembangan potensi diri yang meliputi kemandirian, kemampuan bernalar, imajinasi, kesadaran estetik, disiplin dan tanggung jawab.

d. Learning How to Live Together:

Pemahaman hidup selaras, seimbang nasional maupun internasional dengan menghormati nilai spiritual dan tradisi dalam kebhinekaan.

2. Belajar Sepanjang Hayat

Pendidikan di era global ini hendaknya memperhatikan kualitas sumber daya manusia. Karena kualitas SDM akan menentukan kualitas suatu bangsa. Dan kualitas suatu bangsa akan menentukan keberlangsungan hidup bangsa tersebut yang terus berubah seiring dengan perubahan zaman menuju ke masyarakat-industrial. Masyarakat modern – industrial akan berkembang pesat jika ditunjang dengan sumber daya yang berkualitas, informasi dan teknologi canggih. Perubahan ini akan berdampak pada generasi muda yang perlu dipersiapkan untuk belajar terus menerus.

  1.  III.            Pengembangan Kemampuan Leadership

Disamping kedua prinsip pendidikan seperti tersebut di atas, PAUD Al-qur’an berbasis TPQ juga mengembangkan kemampuan leadership murid yang antara lain meliputi :

a. Kemampuan untuk memahami diri sendiri / self understanding

b. Kemampuan keterampilan berkomunikasi / communication

c. Kemampuan menerima dan diterima orang lain / getting along with others

d. Kemampua belajar cara belajar / learning to learn

e. Keterampilan membuat keputusan / making decision

f. Keterampilan mengelola / managing

g. Bekerja dalam kelompok / working with groups

Kegiatan ini terintegrasi dalam kegiatan bermain sambil belajar terutama dalam kegiatan bermain di sudut pengembangan.

  1.  IV.            METODE “BERMAIN SAMBIL BELAJAR”

 

A. Dengan sarana Bermain Sentra Pengembangan
Konsep Bermain Sambil Belajar Integrasi Pendidikan Agama Melalui Aplikasi Ilmu Pengetahuan Dan Tehnologi.

Sebagaimana telah diuraikan diatas, bahwa kegiatan bermain/permainan adalah kebutuhan yang sangat vital bagi anak. Anak secara sadar atau tidak sadar akan belajar banyak hal, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kepribadian anak dikemudian hari.

Metode pembelajaran tersebut adalah: “Bermain Sambil Belajar Dengan Sarana Bermain Enam Sentra Pengembangan Integrasi Pendidikan Agama Melalui Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi”.

Metode “Bermain Sambil Belajar Integrasi Pendidikan Agama melalui Ilmu Pengetahuan dan tehnologi” tersebut adalah suatu metode pembelajaran yang dilakukan dengan cara bermain yang terintegrasi Pendidikan Agama melalui aplikasi ilmu pengetahuan dan tehnologi.

Dengan Moving Class system, kegiatan bermain dilakukan dengan cara berpindah ruang atau sudut sesuai dengan jadwal perputaran sudut yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan kejenuhan anak dalam bermain dan belajar. Dengan pola dan media permainan yang beragam dan lebih variatif akan memotivasi kreativitas anak berkembang lebih optimal.

Metode pembelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan keimanan, ketaqwaan dan akhlakul karimah dalam berdaya pikir, berdaya cipta, berbahasa, berketrampilan dan mengapresiasi seni baik seni musik, tari maupun suara serta dalam berkegiatan bermain serta berinteraksi sosial anak sehari-hari.

Kegiatan pengembangan dilaksanakan dalam sentra-sentra pengembangan yang dikelompokkan berdasarkan kategori tertentu, yaitu:

1.Sentra Persiapan Karunia Allah SWT

2.Sentra Ibadah Karunia Allah SWT

3.Sentra Main dan Peran Allah SWT

4.Sentra Balok Karunia Allah SWT

5.Sentra Kreatifitas dan Seni Karunia Allah SWT

6.Sentra Bahan Alam Karunia Allah SWT

Hal ini untuk memudahkan guru dalam pencapaian tujuan dan target pengembangan yang telah ditentukan/direncanakan seoptimal mungkin.Dalam setiap kegiatan sentra bermain, anak harus bermain bersama untuk setiap jenis permainan minimal dua orang. Hal ini dimaksudkan agar anak memiliki teman bicara dan berdiskusi dalam rangka pengembangan bahasa dan aspek perkembangan lainnya.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan belajar mengajar dikelola oleh seorang guru yang menguasai bidang pengembangan tertentu. Satu kelompok belajar terdiri max 15 anak. Guru terbagi dalam dua kategori tugas, yaitu:

Guru kelompok bertugas mengumpulkan data/hasil perkembangan anak setiap harinya dari setiap sudut pengembangan dan melaporkannya kepada orang tua murid. Bertanggungjawab dalam kegiatan materi pagi, yang meliputi: do’a sehari-hari, pengenalan surat-surat pendek, pembahasan tema, pengenalan huruf dan angka, pengenalan huruf Al Qur’an serta pembacaan cerita.

Guru sentra menangani semua kelompok secara bergiliran. Bertugas mengatur dan menfasilitasi kegiatan pembelajaran dan bertanggung jawab pada sudutnya masing-masing. Pemanfaatan sudut pengembangan tidak mutlak seluruhnya harus digunakan. Hal ini tergantung pada situasi dan kondisi yang ada. Yang terpenting bahwa dalam setiap kegiatan bermain harus terintegrasi pendidikan agama dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan tehnologi.

B.Perputaran Sentra

    Perputaran sudut adalah perputaran ruang bermain anak. Perputaran ini diatur secara bergiliran antar kelompok sesuai dengan kelompok usia, agar tidak terjadi perbenturan waktu bermain sehingga anak mendapatkan kesempatan untuk mengikuti seluruh kegiatan bermain di semua sudut dalam hari-hari sekolahnya.

 

       
  WAKTU KEGIATAN  
  15.30 Kedatangan pendidik, menata tempat Main dan belajar  
  15.45 Kedatangan anak (penyambutan, jurnal / bermain bebas)  
  16.00 Pembukaan (ikrar, pembiasaan doa-doa harian/ ayat pilihan, cerita, gerak dan lagu)  
  16.15 Kegiatan belajar melalui bermain (sesuai RPP)  
  16.45 Pembiasaan doa harian, surat pendek, lagu-lagu islami  
  16.55 Anak –anak pulang  
  17.00 Pendidik merapikan tempat, melengkapi catatan ,evaluasi kegiatan hari ini, dan menyusun kegitan belajar berikutnya.  
  17.00 Pendidik pulang  

 

*OPENING

 

1. doa pembukaan

sebelum berdoa didahului dengan lagu dan gerak sebelum berdoa, dengan lagu sebagai berikut:

 

jari jempol dan telunjuk, jari tengah yang panjang, jari manis untuk cincin, jari kelingking ku sayang, kuberhitung satu dua tiga empat dan lima, lipat tangan tutup mata mari kita berdoa (gerakan dan lagu bisa dilihat pada video tutorial)

lalu membaca doa :

Ya Allah berikanlah kami ilmu yang bermanfaat, agar kami menjadi anak anak yang berguna bagi orang tua dan bangsa

 

2. dialog

anak anak sebelum belajar diajak berdialog agar anak mersa dekat dan akrab terhadap pengajar,seperti menanyakan kabar dan menanyakan berbagai hal yang lain yang sehingga terjadi interaksi yang menyenangkan antara guru dan anak

 

3. pembiasaan doa-doa harian/ ayat pilihan, gerak dan lagu

 

*KEGIATAN INTI

 

4. kegiatan belajar melalui bermain sesuai rpp

*pelajaran qira’ati (pelajaran diberikan melalui permainan kartu huruf secara klasikal, dilanjutkan dengan pos tes secara acak, lalu individual melalui kartu huruf)

*materi pelajaran tambahan(dongeng/cerita,permainan,dll) sesuai RPP

 

*CLOSING

 

5.pembiasaan doa-doa harian/ ayat pilihan, gerak dan lagu

 

6. menutup pelajaran dengan doa (sebelum berdoa dimulai dengan garak dan lagu sebelum berdoa)sebagai berikut:

hari sudah sore saatnya pulang,

mari kawanku selamat pulang- mari kawanku selamat pulang

besok lagi kita belajar.

*nada lagu potong bebek angsa, tempo cepat disertai tepuk tangan.

dilanjut dengan doa membaca surat al-asr

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s