SEJARAH BERDIRINYA TPQ DURROTZZAMAN

 

Cikal bakal berdirinya taman pendidikan alqur’an Durrotuzzaman adalah bedirinya madrasah diniyah awaliyah durrotuzzaman, pada pertengahan tahun 2010 tepatnya pada tanggal 20 Februari, Madrasah Diniyah Awaliyah Durrotuzzaman mulai diadakan, waktu itu pembelajaran diselenggarakan dimushola almuhlisin dengan jumlah siswa sekitar 50 anak, namun dengan melihat kemampuan anak rasanya tidak memungkin jika kita tidak membuka kelas taman pendidikan alquran sebagai pendidikan dasar sebelum masuk ke madrsah diniyah,

Melihat dari jumlah siswa, banyak yang belum bisa membaca al-quran, maka dirasa kelas taman pendidikan alqur’an durrotuzzaman harus diselenggarakan. Dan sejak saat itupun dilakukan pemisahan terhadap santri yang belum bisa membaca alqur’an untuk masuk ke tpq, dan di buatlah kelas TPQ. Pembelajaran TPQ pada kala itu masih dilakukan di mushola, dengan memanfaatkan teras samping mushola sebagai ruang kelas. Sedangkan teras depan dimanfaatkan untuk kelas MADIN.

Materi yang diajarkan di TPQ Durrotuzzaman kala itu belum ditentukan sehingga menyulitkan bagi para ustadz/ustadzah untuk mengajarnya. Untuk sementara para ustadz/ustadzahpun harus pintar pintar sendiri menentukan materi ajar yang akan disampaikan. Terkadang pelajaran menulis huruf alqur’an diberikan, atau juga pelajaran membaca al-qur’an secara klasikal. Atau kisah-kisah nabi dan rosul dan juga hafalan juz amma, doa sehari hari, serta hadits pilihan diberkan secara klasikal.

keadaan tersebut dirasa semakin kurang nyaman, karena jumlah siswa yang semakin banyak dan ruangan yang tidak ada sehingga menyulitkan proses pembelajaran. Ditambah lagi dengan usia satu anak dengan yang lainnya berbeda beda dengan fariasai dari usia 4- 10 tahun sehingga kamipun kesulitan untuk memberikan materi pelajaran.

Rencana itupun disusun yaitu rencana mendirikan taman pendidikan alqur’an yang berkualitas. Metode qiroati kami pilih sebagai kurikulum pembelajaran di taman pendidikan al-quran durrotuzzaman. Dengan melakukan studi kebeberapa orang yang telah terjun ke dunia tpq maka kamipun siap merancang kurikulum pendidikan al-quran di tpq durrotuzzaman, sarana dan prasrana pun segera dipersiapkan, yaitu dengan membangun gedung yang alhamdulilah berdiri dengan wakaf tanah dan gedungnya oleh bpk. H. Wardi almarhum. Setelah sarana dan prasarana siap, proses pembelajaran pun dimulai.

kami melakukan pretest untuk menentukan santri yang harus masuk ke tpq durrotuzzaman. setelah dilakukan pendaftaran dan seleksi maka jumlah kelaspun diadakan 4 kelas yakni kelas jilid pra tk untuk anak usia 3-4 tahun yang belum mengenal huruf , kelas jilid 1, jilid 2dan kelas jilid 3.

sejak saat itulah tanggal 26 september 2011 pembelajaran kami mulai tersusun dan terencanakan dengan kurikulum yang rapi menggunakan metode qiroati sebagai metode pengajaran di TPQ Durrotuzzaman

Sejak awal keberadaan TPQ Durrotuzzaman dimushola, jumlah guru adalah 3 orang. mengajar secara bergantian setiap 2 hari. Setelah memiliki gedung sendiri dan ada 4 kelompok belajar maka jumlah gurupun ditambah menjadi 5 orang. 4 orang sebagai guru tetap dan 1 orang sebagai guru pengganti. hingga kini jumlah santri semakin bertambah banyak, jumlah kelompok belajar atau kelas pun bertambah menjadi delapan kelas/ kelompok, kelompok pra tk(PAUD AL-QUR’AN), jilid1, jilid2, jilid3, jilid4, jilid5, jilid6, kelas ghorib tajwid dan qur’an, dengan jumlah guru delapan orang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s